Menu Utama MBG Berisi Rebon, Satgas Langsung Turun ke Lapangan

Istimewa
DOK/SATGAS MBG PENGECEKAN: Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi Andri Setiawan (kiri) mengecek menu MBG yang sempat viral karena terdapat menu udang rebon di SDN Kibitay.
0 Komentar

SUKABUMI,SUKABUMI.JABAREKSPRES.COM – Siswa SDN Kibitay di Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi menerima salah satu menu makan bergizi gratis (MBG) berupa udang rebon sebagai lauk utama. Peristiwanya yang sempat viral itu diduga terjadi pada Jumat (23/1).

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengatakan menu udang rebon sempat disajikan sebagai lauk utama bagi siswa sekolah dasar penerima manfaat MBG. Dia mengaku telah menerima laporan terkait menu tersebut sebelum akhirnya turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Saya memang sempat menerima laporan terkait menu tersebut. Hari ini (kemarin) kami pastikan langsung ke sekolah,” tegas Andri, kemarin (26/1).

Baca Juga:Siapkan PTSL untuk 1.000 Bidang Tanah, BPN Imbau Masyarakat Daftar ke KelurahanPMI Mitigasi Bencana di Desa Cidadap, Cisolok dan Cikahuripan.

Menurut Andri, berdasarkan hasil konsultasi dengan tim gizi, rebon memang memiliki kandungan kalsium yang cukup baik. Namun demikian, ia menilai penyajiannya sebagai lauk utama bagi siswa sekolah dasar perlu dikaji ulang, terutama dari sisi penerimaan anak-anak.

“Larong (rebon) itu memang mengandung kalsium, tetapi perlu disosialisasikan. Harus diakui, mungkin kurang pas jika dijadikan lauk utama untuk anak-anak SD,” jelasnya.

Dalam foto yang beredar luas di media sosial, menu MBG di SDN Kibitay terlihat menyajikan udang rebon sebagai lauk utama yang dipadukan dengan kacang panjang, beberapa butir kacang merah, potongan tempe, satu buah jeruk, serta nasi putih. Andri menilai komposisi tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh. “Kami melihat langsung bahwa menu tersebut memang kurang familiar bagi anak-anak dan perlu penyesuaian,” katanya.

Andri menegaskan telah memberikan arahan tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembursitu 2 agar ke depan menyajikan menu yang lebih dikenal dan disukai oleh anak-anak, tanpa mengesampingkan nilai gizi.

“Saya sudah sampaikan kepada SPPG Lembursitu 2 agar mulai menyajikan makanan yang lebih familiar di kalangan anak-anak sekarang,” tegas Andri.

Saat disinggung mengenai kesesuaian menu tersebut dengan regulasi harga produksi MBG jika dikonversikan ke dalam nilai rupiah, Andri mengakui adanya aspek yang perlu dikoreksi dan dievaluasi lebih lanjut. “Itu yang harus dikoreksi, itu yang harus dievaluasi. Hari ini juga saya langsung melakukan pembinaan kepada SPPG yang bersangkutan,” ujarnya.

0 Komentar